Selamat Datang di Forum UKM PROGRESS STIKOM BALI. click , untuk mendaftar silahkan klik disini untuk mendaftar

Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
pengertian pemrograman visual
#1
Dalam ide satu objek dikenali ada dua komponen yakni :

• Properties atau atribut, yang mempunyai nilai serta nama.

• Moment (function, method, action, behaviour) yang cuma mempunyai nama.

Ide moment dalam suatu objek dipandang begitu terpenting karena objek akan tidak lakukan satu action atau satu pekerjaan, objek cuma akan diam bila tidak ada moment yang dikasihkan. Seperti yang kita kenali objek hanya suatu benda serta tidak sempat lakukan suatu action bila tidak ada suatu perintah untuk menggerakkannya.

2. Pemahaman Obyek Oriented Programming (OOP)

Merupakan satu langkah baru dalam berpikir dan berlogika dalam melawan beberapa masalah yang akan dicoba diatasi bersama pertolongan computer. OOP, tidak seperti Pemprograman Terstruktur yang coba lihat persoalan melalui penilaian dunia riil di mana tiap-tiap objek merupakan entitas tunggal yang mempunyai gabungan susunan data serta manfaat spesifik. Ini kontras bersama pemprograman terstruktur di mana susunan data serta manfaat didefinisikan dengan terpisah serta tidak terkait dengan erat.

Pemrograman orientasi-objek mengutamakan ide tersebut :

• Kelas - Himpunan atas pengertian data serta beberapa fungsi pada suatu unit untuk satu arah spesifik. Menjadi contoh 'class of dog' merupakan satu unit yang terdiri atas definisi-definisi data serta beberapa fungsi yang menunjuk pada beberapa jenis tingkah laku/turunan dari anjing. Suatu class merupakan basic dari modularitas serta susunan dalam pemrograman fokus obyek. Suatu class dengan tipikal semestinya bisa dikenali oleh seseorang non-programmer sekalinya berkaitan bersama domain persoalan yang ada serta kode yang ada dalam suatu class semestinya (relatif) berbentuk mandiri serta berdiri sendiri (seperti kode itu dipakai bila tidak memakai OOP). Bersama modularitas, susunan dari suatu program akan berkaitan bersama aspek-aspek dalam permasalahan yang akan dikerjakan lewat program itu. Langkah semacam ini akan menyederhanakan pemetaan dari permasalahan ke suatu program maupun demikian sebaliknya.

• Objek - Membungkus data serta manfaat jadi satu unit dalam suatu program computer ; objek adalah basic dari modularitas serta susunan dalam suatu program computer fokus objek.

• Abstraksi - Potensi suatu program untuk melalui segi info yang diolah olehnya, yakni potensi untuk memfokus pada inti. Tiap-tiap objek dalam skema melayani menjadi jenis dari " aktor " abstrak yang bisa lakukan kerja, laporan serta pergantian keadaannya, serta berkomunikasi bersama objek yang lain dalam skema, tanpa mengutarakan bagaimana keunggulan ini diaplikasikan. Proses, manfaat atau cara juga dapat dibikin abstrak, serta beberapa tehnik dipakai untuk meningkatkan suatu pengabstrakan.

• Enkapsulasi - Pastikan pemakai suatu objek tidak bisa ganti kondisi dalam dari suatu objek bersama langkah yang tidak wajar ; cuma cara dalam objek itu yang dikasih ijin untuk terhubung keadaannya. Tiap-tiap objek terhubung interface yang mengatakan bagaimana objek yang lain bisa berhubungan dengannya. Objek yang lain akan tidak tahu serta bergantung pada representasi dalam objek itu.

• Polimorfisme - Lewat pengiriman pesan. Tidak tergantung pada pemanggilan subrutin, bhs tujuan objek bisa kirim pesan ; cara spesifik yang terkait bersama suatu pengiriman pesan bergantung pada objek spesifik dimana pesa itu di kirim. Misalnya, jika suatu burung terima pesan " gerak cepat ", dia akan menggerakan sayapnya serta terbang. Jika seekor singa terima pesan yang sama, dia akan menggerakkan kakinya serta lari. Kedua-duanya menjawab suatu pesan yang sama, akan tetapi yang sesuai dengan bersama potensi hewan itu. Ini dimaksud polimorfisme karena suatu variabel tungal dalam program bisa memegang beberapa type objek yang berlainan pada saat program berjalan, serta teks program yang sama bisa menyebut beberapa cara yang berlainan pada saat yang berlainan dalam pemanggilan yang sama. Hal seperti ini berlawanan bersama bhs fungsional yang sampai polimorfisme lewat pemakaian manfaat kelas-pertama.

• Inheritas - Mengatur polimorfisme serta enkapsulasi bersama mengizinkan objek didefinisikan serta dibuat bersama type spesial dari objek yang telah ada. Objek-objek ini bisa membagi (serta memperluas) tingkah laku mereka tak perlu mengimplementasi lagi tingkah laku itu (bhs berbasis-objek tidak selamanya mempunyai inheritas.)

• Bersama memakai OOP jadi dalam lakukan pemecahan satu permasalahan kita tidak lihat bagaimanakah cara merampungkan satu permasalahan itu (terstruktur) tapi objek-objek apakah yang bisa lakukan pemecahan permasalahan itu. Menjadi contoh kira kita mempunyai suatu departemen yang mempunyai manager, sekretaris, petugas administrasi data serta yang lain. Seperti manager itu ingin mendapatkan data dari bag administrasi jadi manager itu tidak mesti mengambilnya secara langsung tapi bisa memerintah petugas bag administrasi untuk mengambilnya. Pada masalah itu seseorang manager tidak mesti tahu bagaimanakah cara ambil data itu tapi manager dapat mendapat data itu lewat objek petugas administrasi. Jadi untuk merampungkan satu permasalahan bersama kerjasama antar objek-objek yang ada karena tiap-tiap objek mempunyai gambaran pekerjaannya sendiri.

3. Ide OOP Pada Pemrograman Visual

Bagaimana OOP bekerja : Objek, Pesan, serta Method Pemrograman fokus objek terdiri atas komponen-komponen tersebut :

1. Apakah itu OOP : dalam pemrograman fokus objek, data serta instruksi untuk pemrosesan dimana data digabungkan jadi “objek” yang cukup ideal dapat dipakai pada program lainnya. Hal penting di tempat ini merupakan objek.

2. Apakah itu “objek” : objek merupakan modul self-contained yang terbagi dalam kode pemrogaman yang sudah disusun awal mulanya. Modul berisi atau mengkapsulasi baik (1) cabang data, ataupun (2) instruksi pemrosesan yang dapat dikerjakan pada data itu.

3. Kapan objek data akan diolah – kirim “message” : sesudah objek jadi sisi dari satu program, instruksi spesifik diaktivasi cuma saat “message” yang berkaitan telah diantar. Message merupakan pengiriman peringatan pada objek saat operasi yang perlu menyertakan objek spesifik dikerjakan.

4. Bagaimana data objek diolah – “method” : message cukuplah mengidentifikasi operasinya. Bagaimana sebetulnya hal tersebut dikerjakan akan diikutkan di dalam instruksi pemrosesan sebagai sisi dari objek. Instruksi pemrosesan ini diberi nama method.

Memakai kembali blok kode program sesudah anda tuliskan satu blok kode program, kode itu bisa dipakai kembali ke program-program lainnya. Jadi, bersama OOP-tidak seperti pemrograman tradisional-anda tak perlu mengawali dari pertama.

Dibanding bersama pemrogaman tradisionil, pelajari pemrogaman berorintasi objek menghabiskan waktu yang lebih lama karena seperti berfikir bersama langkah yang baru. Sekalinya demikian, OOP memilliki kelebihan yakni objek dapat dipakai berkali-kali pada aplikasi yang berlainan serta oleh programmer yang berlainan, karenanya waktu pengembanganya juga lebih cepat serta cost juga dapat menyusut.

Pemrograman fokus objek mempunyai tiga ide basic yang terpenting, yakni enkapsulasi, pewarisan, serta polimorfisme.

1. Enkapsulasi, bermakna objek berisi (1) data serta (2) instruksi pemrosesan yang berkaitan. Sesudah objek dibikin, objek bisa dipakai kembali untuk program lainnya. Pemakaian suatu objek dapat di uraikan lewat ide kelas serta pewarisan.

2. Pewarisan, sesudah membuat suatu objek. Kita bisa memakainya menjadi dasar untuk objek yang sama yang memilliki tingkah laku atau karakter sama. Semua objek datang dari atau yang sama-sama terkait dapat membuat satu kelas. Semasing kelas berisi instruksi spesial (method) yang unik untuk grup itu.

Kelas dapat ditata dalam hierarki-kelas atau subkelas. Pewarisan merupakan cara untuk mewariskan ciri dari satu objek dari kelas ke subkelas dalam hierarki. Jadi objek yang baru bisa dibuat bersama mewariskan ciri dari kelas yang telah ada.

3. Polimorfisme, bermakna “banyak bentuk”. Dalam pemrograman fokus objek, polimorfisme bermakna suatu pesan (keinginan yang telah digeneralisasi) memberi hasil yang berlainan berdasar pada objek yang diantar.

Polimorfisme begitu bermanfaat karena programmer bisa membuat prosedur tentang objek yang macamnya tidak di ketahui awal mulanya, akan tetapi akan di ketahui waktu program digerakkan di computer.

Dari ide di atas, bisa diambil kesimpulan jika ada jalinan yang pasti pada OOP bersama pemrograman visual. Pemrograman fokus objek bertindak dalam pendefinisian rutin-rutin pemrograman sedang pemrograman visual mendeskripsikan dengan visual bagaimana programmer atau user menggerakkan program itu hingga penampilan riil yang ada di program itu bisa kita kenali. Serta ini begitu menolong serta mempermudah programmer dalam pembuatan program dan sangat mungkin pemakai untuk lebih konsentrasi pada pemecahan permasalahan dibanding langkah mengatasi bhs pemrograman gtv atau tak perlu memahami sintaks atau menulis kode. Diluar itu bersama ada ide OOP ini kita cukuplah mendeskripsikan event-event yang akan berlangsung pada objek itu. Jadi, dalam pembuatan satu program atau aplikasi yang berbasiskan visual kita cukuplah dimudahkan bersama objek-objek yang sudah ada itu. Bersama kata lainnya ada pemrograman visual ini cukuplah menolong dalam pembuatan program aplikasi bersama mensupport ide obyek oriented programming.

Contoh dari aplikasi ide OOP merupakan membuat suatu aplikasi simpel bersama memakai Borland C++ Builder karena tinggal memakai objek-objek yang sudah disiapkan sesuai dengan keperluan kita. Contohnya form, label, ubah, button, dan sebagainya. Objek-objek itu nanti akan bekerja sesuai dengan bersama fungsinya bergantung moment yang kita beri. Sebagai objek dalam hal seperti ini merupakan form, label, ubah, button atau objek lainnya yang kita imbuhkan pada aplikasi yang kita buat.





Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)